Selasa, 13 Maret 2012

Sikap Demokratis: Antara Ucapan Dan Tindakan

Posted by kalipucangkulon On 22.01

Pada masa sekarang ini orang akan tersinggung bahkan marah bila ia di anggap tidak bersikap demokratis. Semua orang, khususnya yang sering muncul di media massa baik cetak maupun elektronik, yang menduduki jabatan politis maupun aktivis, mengatakan bahwa dirinya yang paling demokratis dibandingkan orang lain.
 
Mereka yang dianggap tidak bersikap demokratis akan dihujat habis-hadisan, di demo berhari-hari. Apalagi bila yang dituduhkan itu sedang berada di lembaga politik, baik eksekutif, legislatif, atau yudikatif sekalipun. Lalu bagaimana dengan orang atau golongan yang ada di luar itu??

Akhir-akhir ini ada satu masalah yang menarik (dari sekian banyak masalah), yaitu tentang seseorang yang menulis sebuah buku yang katanya 'bisa manjadi kunci pembuka' untuk membuka pintu lemari kekuasaan yang 'katanya' penuh dengan sampah-sampah politik busuk. 
 
Kemudian 'katanya' pihak penguasa yang dianggap pemilik lemari itu merasa gerah dan akan melakukan pelarangan penerbitan, bahkan yang sudah beredar pun 'katanya' disuruh menariknya. Bahkan 'katanya' sebuah toko buku terbesar yang punya banyak jaringan pun takut memajang buku itu rak-rak tokonya. Tetapi toko-toko kecil dan penjaja buku pinggir jalan justru brani dan senang menjual buku 'panas' itu karena 'katanya' laris banyak dicari orang.

Di tv mereka saling berdebat. Mereka mempermasalahkan segala 'katanya-katanya' itu. Yang satu menuduh yang lain tidak bersikap demokratis. Dan yang lain mengatakan demokrasi bukan berarti bebas tanpa aturan, dan sebagainya. Antara yang pro dan kontra, antara yang merasa difitnah dan merasa itu fakta, mereka semua tidak mau dikatakan tidak bersikap demokratis.

Okelah kalau begitu...(mniru syair lagu), kata para pakar demokrasi; perdebatan adalah bagian dari sikap berdemokrasi...Lalu sampailah pada satu peristiwa, entah karena terlalu menghayati perdebatan atau terlalu asyik berdemokrasi, tiba-tiba lempar kata-kata menjadi lempar buku (khusus dewasa;anak kecil dilarang meniru).

Aku terkesimak!! Mengherankan!! Selama ini biasanya yang bertindak tidak demokratis adalah mereka yang berada pada posisi memengang kekuasaan, yang karena ingin mempertahankan kekuasaan sering kali melakukan cara-cara yang bisa dikategorikan 'sikap tidak demokratis'. 
 
Ini sebaliknya, seseorang yang bagian dari afiliasi pemegang kekuasaan di 'kick' dengan buku oleh seseorang yang berada di luar pemegang kekuasaan yang selama ini dianggap sebabai salah satu tokoh pro demokrasi, profesor akademisi yang tidak dapat di ragukan lagi tingkat intelektualnya. Tidak hanya jago teori tapi juga aktivis sejati.

Semoga ini bukan trend baru. Semoga ini tidak berkembang menjadi 'model' tirani minority dengan anggapan yang menentang selalu demokratis, apapun caranya. (GL)

Profil Admin

Posted by kalipucangkulon On 02.15

AHMAD SACHOWI AMIN

 Nama :  Ahmad Sachowi Amin
 Tempat, Tanggal lahir :  Jepara, 18 November 1993
 Alamat Rumah :  Kalipucang Kulon Rt.01/IV Welahan Jepara 59494
 Alamat Perusahaan :  Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat 10510
 Hobi :  Membaca dan Tafakkur
 Motto Hidup :  Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum,
 kecuali kaum itu  mau merubah sendiri (Al-Hadits)
 Contact Person :
   a. Email :  ahmadsa18@gmail.com
   b. HP/ Telp :  085 743 681 383
 Website :
 http://www.ahmadsa18.blogspot.com/
  :   http://www.facebook.com/ahmadsach/

Sumber Daya Alam

Posted by kalipucangkulon On 00.02

1.  Luas Wilayah Desa Kalipucang Kulon    :  
    No Luas
    1 Luas wilayah303.666 ha/m2
    2 Luas lahan sawah192,35ha/m2
    3 Luas bukan lahan sawah111,31ha/m2


    2.  Batas Wilayah Desa Kalipucang Kulon   : 
          No

          1 Sebelah Utara: Desa Teluk Wetan dan Kalipucang wetan
          2 Sebelah Selatan:Desa Gidangelo
          3 Sebelah Barat:Desa Sidi Gede dan Kendeng Sidi Alit ( Sidi Cilik)
          4 Sebelah Timur :Desa Kalipucang Wetan

        Selasa, 28 Februari 2012

        Kerajinan Anyaman Bambu (Besek)

        Posted by kalipucangkulon On 02.27

        Desa Kalipucang kulon ini sudah terkenal sejak dulu sebagai penghasil besek, yaitu wadah tradisional dari anyaman bambu untuk keperluan rumah tangga utamanya wadah untuk pelengkap upacara mengirim doa bagi arwah leluhur (red.selamatan).

        Apa sebenarnya keistimewaan wadah yang terbuat dari anyaman bambu di daerah ini? Orang pun tahu bahwa besek berupa anyaman bambu kini terancam punah karena tergeser oleh wadah dari plastik yang terlihat lebih praktis, awet dan harganya pun murah. Namun dalam pergeseran jaman yang modern ini keberadaan besek tetap ada dan tidak akan punah sekalipun alat rumah tangga berupa plastik sebagai wadah sudah masuk pedesaan.

        Dengan masuknya kebutuhan industri rumah tangga semisal wadah plastik tadi, para perajin besek di desa kalipucang kulon ini menyikapi dengan tetap semangat terus membuat besek bila ada pesanan saja.

        Dengan membuat besek berarti kelangsungan usaha tetap berjalan. Umumnya pesanan besek kecil tetap ada sedang besek ukuran besar biasa dipesan buat selamatan atau di jual sendiri ke pasar misal : pasar Bengok Teluk wetan, pasar Guwo Welahan dsb dan kemudian dipasarkan lagi ke Kudus, Pati dsb.

        Besek wadah tradisional dari bambu tetap aman untuk pembungkus makanan  dan tidak menimbulkan bahaya jika dibuang ke tempat sampah. Berbeda dengan pembungkus plastik atau styrofoam jika dibakar akan menimbulkan bau tidak sedap karena material ini mengandung unsur kimia. (as)

        Selasa, 14 Februari 2012

        Tips Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan

        Posted by kalipucangkulon On 03.12

          Tips Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan
        TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam proses seleksi melamar pekerjaan, wawancara sering kali dianggap mudah. Namun dalam sesi wawancara beberapa orang gagal mendapatkan pekerjaan yang didambakannya. Untuk itu sesi wawancara harus dipersiapkan dengan sunguh-sungguh.
        Berikut tips rahasia sukses wawancara saat melamar pekerjaan :

        1. Berapa gaji yang Anda minta?
        Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.

        2. Apa kelebihan utama Anda?
        Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”

        3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
        Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.

        4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
        Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.

        5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
        Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.

        6. Adakah contoh kegagalan Anda?
        Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah

        7. Apakah Anda punya pertanyaan?
        Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.
        Apa yang menjadikan seseorang selalu sukses untuk menggapai impiannya? Tampil beda dan memiliki keunggulan komperatif mungkin salah satu yang menjadikan Anda selalu berada di dalam posisi terdepan!
        Termasuk dalam meraih karier dan mengungguli orang lain dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Ada beberapa trik atau strategi yang perlu disiapkan agar Anda sukses dalam melewati tahapan untuk mengejar karier yang diidam-idamkan.
        Modal nekat saja, pasti tak cukup.. Di sini juga anda bisa menemukan beberapa lowongan kerja yang mungkin tak ada salahnya jika anda mencobanya. (tslb)

        Rabu, 08 Februari 2012

        Tips Mencari Pekerjaan

        Posted by kalipucangkulon On 03.04

        Ketika memasuki dunia kerja bekerjalah dengan baik, ulet dan bertanggung jawab serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di sekitarnya. Jangan bersikap sok tau atau lebih pintar, tapi jadilah pegawai yang disukai dengan sikap yang rendah hati. Situs web organisasi.org mengucapkan semoga berhasil mengejar cita-cita anda.

        Berikut dituliskan tempat mencari tempat pekerjaan :
        1.  Situs web lowongan kerja seperti karir.com, jobsdb.com, jobindo.com, id.jobstreet.com, datakarir.com, jobitcom.com, lowongan-pekerjaan.com, dan lain sebagainya.
        2.  Search engine atau mesin pencari seperti google dan yahoo utuk mencari informasi pekerjaan yang spesifik. Biasanya ketika ada rekrutmen CPNS atau pegawai BUMN akan banyak situs pribadi dan blog yang menginformasikannya kepada masyarakat umum.
        3.    Mailing list / milis pencari kerja seperti :
        - groups.yahoo.com/group/indonesia_headhunter
        - groups.yahoo.com/group/job-vacancy
        - groups.yahoo.com/group/vacancy dan lain sebagainya
        4.  Koran seperti kompas dan poskota memiliki banyak informasi lowongan kerja untuk pembaca. Hati-hati dengan iklan yang menipu.
        5.  Bursa Kerja. Biasanya setiap beberapa bulan sekali ada event khusus bagi para pencari kerja seperti career days, job expo, dan lain sebagainya di mana perusahaan pencari kerja berkumpul dan menawarkan pekerjaan dengan jumlah yang terbatas kepada para pengunjung.
        6.  Biro penyalur tenaga kerja. Para pencari kerja dapat menitipkan cv atau mengikuti program pelatihan untuk kemudian disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
        7.  Papan pengumuman di kampus yang biasanya menempel selebaran informasi lowongan kerja. Biasanya perusahaan bonafit langsung bekerjasama dengan pihak kampus ternama untuk menawarkan pekerjaan bagi para lulusannya.
        8.  Kenalan seperti saudara, tetangga, teman, dan lain sebagainya. Bisa jadi mereka, kantor atau kenalan mereka ada yang mencari orang yang bisa dipercaya untuk bekerja. Jadilah orang yang bisa dipercaya dandiandalkan.
        9.  Web penyedia lowongan pekerjaan

        10. Jasa Pengerah Tenaga Kerja
        1.  muhammad noor havid , alamat rumah ;jl. terto tejo bratan rt 02 rw06 pajang laweyan solo kode pos 57146 jawa tengah indonesia /email;havid_2@yahoo.com/nomer telp;081575899203
        11. Khusus untuk daerah Cianjur
        1.  Daerah Kecamatan Gekbrong yang berbatasan dengan Sukabumi telah dibangun beberapa industri yang siap menyediakan lapangan pekerjaan, seperti: garmen dan Aqua
        2.  Daerah Kota Cianjur Utara (Kecamatan karangtengah) telah diproyeksikan untuk kawasan insdutri
        12. Sektor pertanian yang kurang mendapat perhatian dari kita dengan alasan Alasan:
        ·  Citra Pertanian yg kurang ‘branded’ (Misalnya: Terkesan kumuh, Bersentuhan dengan petani kecil, Mencangkul, dll).
        ·  Bekerja di bidang pertanian itu ‘Kurang Menjanjikan’.
        ·  Publikasi yg ‘Kurang Memberikan Value Added’ ke bidang pertanian.
        ·  Publikasi dari Penyelenggara Pendidikan Pertanian juga Kurang.
        ·  Kebijakan pemerintah yang kurang memihak pertanian,
        ·  Kurangnya ’menjual’ pendidikan pertanian, dll
        Ternyata masih bisa memberikan harapan bagi para pencari kerja baru.